Selamat datang di ngocehsanasini.blogspot.com - sebuah catatan harian gadis agustus bernama septi setiyawati-ini blog gue jadi suka suka gue mau nulis apa - enjoy reading guys- thanks for visiting my blog :)

Sunday, July 24

DIFUSI, OSMOSIS, PLASMOLISIS

ini adalah laporan difusi, osmosis, dan plasmolisis. semoga bisa membantu ya..
(tapi jangan langsung copas, soalnya ada beberapa part yang gue ilangin loh. !!!!)


PENDAHULUAN
Difusi adalah suatu proses berpindahnya suatu zat dari tempat dengan konsentrasi yang lebih tinggi ketempat dengan kosentrasi yang lebih rendah. Difusi zat terlarut dari suatu  larutan ke dalam larutan lainnya dapat berlangsung melalui suatu membran tertentu yang permeable untuk zat tersebut. Permeable dari membran ada tiga jenis, yaitu:
1.      Impermeable ( tidak permeable), dimana air maupun zat terlarut didalamnya tidak dapat melaluinya.
2.      Permeable, yaitu membran yang dapat dilalui oleh air maupun zat tertentu yang terlarut didalamnya.
3.      Semi permeable, yaitu membran yang hanya dapat dilalui oleh air tetapi tidak dapat dilalui oleh zat terlarut, misalnya membran sitoplasma.
Difusi dari pelarut misalnya air melalui membran yang semi permeable dari tempat dengan konsentrasi pelarut lebih tinggi ketempat dengan konsentrasi pelarut lebih rendah disebut osmosis.
Pada sel tumbuhan, dinding sel yang terdiri dari selulosa bersifat permeable terhadap air dan zat-zat terlarut, sedangkan membran sitoplasma bersifat semi permeable. Jadi jika sel tadi disimpan dalam air, air akan berosmosis melalui sitoplasma kedalam vakuola, karena vakuola berisi cairan yang mengandung zat-zat terlarut, sehingga hipertonis terhadap air. Karena adanya air yang masuk tadi, akan terjadi tekanan dari dalam vakuola kepada membran plasma dan dinding sel yang disebut turgor. Sedangkan jika sel ditempatkan dalam larutan gula dengan konsentrasi tinggi, maka air akan keluar dari vakuola sehingga membran sitoplasma akan mengkerut dan terlepas dari dinding sel. Hal yang demikian dikatakan bahwa sel mengalami plasmolosis.
            Untuk mengamati proses difusi, digunakan larutan HCl dan NH4OH ( untuk difusi gas) dan tinta merah dan biru ( untuk difusi zat cair). Sedangkan untuk mengamati proses osmosis dan turgor, digunakan daging buah papaya mentah. Dan untuk mengamati  proses plasmolisis digunakan sel epidermis bawah daun Rheo discolor. Tumbuhan ini mempunyai daun yang tidak bertangkai dengan letak basal rozet, permukaan atas daun berwarna hijau sedangkan permukaan bawah berwarna ungu.
            Dalam proses pencernaan, karbonhidrat yang terjadi didalam usus, antara lain dilakukan oleh enzim-enzim dari kelenjar pankreas yaitu enzim karbohidrase yang terdiri dari amylopsin dan maltase dengan proses sebagai berikut :
            Tepung                                                                             galaktosa + glukosa
                                                Karbohidrase dari pankreas
            ( Polisakarida )                                                                       ( Monosakarida )
I.2  TUJUAN
·         Untuk  mengetahui  proses  terjadinya difusi pada zat cair
·         Untuk  mengetahui  proses  terjadinya osmosis dan turgor
·         Untuk  mengetahui  proses  terjadinya plasmolisis pada sel tumbuhan

DASAR TEORI
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.
Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis.Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis - runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.
M ETODE PRAKTIKUM
ALAT dan BAHAN
Kegiatan 1. Difusi zat cair
Alat  dan bahan :

1.    alat /tabung  difusi zat cair
2.      piala kimia
3.      pipet tetes
4.      sumbat karet
5.      Stopwacth
6.      Tinta merah dan biru
7.      Air

Kegiatan 2. Osmosis dan turgor (Buah pepaya)
Alat dan bahan :

1.      Pisau silet yang tajam / cutter
2.      Cawan petri
3.      Mistar
4.      Kertas milimeter/grafik
5.      Buah pepaya mentah
6.      Air ledeng
7.      Larutan garam 20 %

Kegiatan 3. Plasmolisis (Epidermis daun Rhoeo discolor)

1.      Mikroskop biologi
2.      Objek glass dan cover glass
3.      Silet yang tajam
4.      Kertas isap
5.      Daun Rhoeo discolor
6.      Air suling
Larutan gula 10 %


HASIL dan PEMBAHASAN
IV.1 HASIL PENGAMATAN
Kegiatan 1. Difusi Zat Cair
Zat Cair
Waktu /10 menit
Jarak
Tinta Merah
1
2
3
4
3,8 cm
5 cm
7 cm
7,8 cm
Tinta Biru
1
2
3
4

5 cm
5,8 cm
6 cm
7 cm

Terjadinya pertemuan tinta merah dan biru =               menit.
Tidak terjadi pertemuan antara tinta merah dan biru, karena setiap percobaan hanya 10 menit.
Kegiatan 2. Osmosis dan Turgor
Cairan perendam
Sebelum percobaan
Setelah percobaan
Air Ledeng
Panjang        = 6 cm
Lebar            = 1,3 cm
Tebal            = 2 mm
Lengkungan = 1,2 cm
Panjang        = 6 cm
Lebar            = 1,3 cm
Tebal            = 3 mm
Lengkungan =  tdk  lengkung
Larutan garam 10 %
Panjang        = 6 cm
Lebar            = 1,3 cm
Tebal            = 2 mm
Lengkungan = 1,2 cm
Panjang        = 5,5 cm
Lebar            = 1,1 cm
Tebal            = 1,9 mm
Lengkungan = 1,5 cm

Kegiatan 3.  Plasmolis    
#maaf ya gamabarnya rusak jadi gabisa ditampilin :)
IV.2 ANALISIS DATA
Kagiatan 1. Difusi zat cair
Pada pengamatan difusi zat cair kali ini, digunakan tinta berwarna merah dan biru untuk memudahkan pengamatan difusi tinta dalam air. Ketika tinta diteteskan ke dalam air pada ujung tabung difusi zat cair, maka tinta akan bergerak dari tempat tetesan awal yang berkonsentrasi tinggi menuju keseluruhan air di dalam tabung difusi yang berkonsentrasi rendah sehingga terjadi keseimbangan. Karena waktu penetesan tinta merah dan biru adalah sama, maka seharusnya tinta merah dan biru bertemu tepat di tengah tabung difusi. Namun, pada percobaan difusi zat cair ini, pergerakan antara tinta merah dan biru cenderung lambat serta dapat dilihat juga bahwa tinta biru pergerakan lebih lambat dibanding pergerakan tinta merah. Menurut saya,  pergerakan tinta biru lebih lambat dikarenakan tinta biru lebih pekat atau lebih kental daripada tinta merah. Selain itu, waktu temu antara tinta merah dan tinta biru belum bisa di pastikan, karena percobaan ini membutuhkan waktu yang lama, sedangkan kami hanya melakukan sampai 40 menit saja.
Kegiatan 2. Osmosis dan turgor
Pengamatan kali ini proses yang ingin diamati adalah osmosis dan tekanan turgor. Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semi permeable, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis) (Endang Sri Lestari : 2009) sedangkan tekanan turgor adalah tekanan dari dalam vakuola kepada membran plasma dan dinding sel karena adanya osmosis air ke dalam vakuola (Betsy Sihombing,dkk : 2010).
Pengamatan proses osmosis dan turgor kali ini menggunakan 2 irisan buah papaya mentah yang masing-masing telah dicatat ukurannya sebelum pengamatan. Hal ini dimaksudkan agar perbedaan ukuran buah pepaya sebelum dan sesudah pengamatan dapat diukur dengan jelas. Larutan yang digunakan untuk merendam buah papaya adalah air ledeng yang hipotonis terhadap sel pepaya dan larutan garam 10% yang hipertonis terhadap sel pepaya.
Setelah irisan papaya di rendam dalam dua cawan dengan larutan berbeda selama 20 menit, terlihat adanya perbedaan pada kedua irisan pepaya. Irisan papaya yang direndam dalam larutan garam 10% panjangnya menjadi berkurang dan potongan pepaya menjadi lebih lembek dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya osmosis air dari dalam sel (hipotonis) menuju keluar ke air di dalam cawan petri (hipertonis) sehingga sel kehilangan air dan tekanan turgorya. Sedangkan, pepaya di air ledeng menjadi bertambah panjang karena adanya osmosis air dari cawan petri (hipotonis) ke dalam sel (hipertonis) dan sel mengalami peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi lebih keras dan kaku dari sebelumnya.
Kegiatan 3. Plasmolisis
Jika sel ditempatkan di larutan dengan konsentrasi tinggi atau hipertonis terhadap sel, maka air akan keluar dari vakuola sehingga membrane sitoplasma akan mengkerut dan terlepas dari dinding sel. Hal seperti ini lazim disebut plasmolisis.( Betsy Sihombing,dkk : 2010)
Pada pengamatan kali ini digunakan epidermis bawah daun Rhoeo discolor yang memiliki pigmen warna ungu, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan. Juga digunakan larutan gula 10% yang berperan sebagai larutan hipertonis terhadap sel.
Sebelum diteteskan larutan gula 10%, sel-sel yang bewarna ungu terlihat lebih banyak dan jelas dibandingkan kloroplas yang berwarna hijau. Setelah diteteskan larutan gula 10% dan didiamkan selama 10 menit, terjadilah keadaan yang bertolak belakang dengan keadaan sebelumnya. Sel-sel berwarna ungu terlihat lebih sedikit, dan kloroplas lebih jelas terlihat. Hal ini terjadi karena pada saat sel ditempatkan pada larutan yang hipertonis terhadapnya, maka air keluar dari vakuola sehingga membran sitoplasma akan mengkerut begitu pula sitoplasma, dan secara otomatis juga menciutkan ukuran vakuola. Saat sitoplasma mengkerut, kloroplas yang tersebar di dalam sitoplasma akan merapat sehingga bisa terlihat lebih jelas.

PENUTUP
 KESIMPULAN
1. Difusi adalah perpindahan molekul zat berkonsentrasi tinggi menuju zat berkonsentrasi rendah tanpa melalui selaput membran.
2. Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah ukuran partikel, densitas medium, luas area, suhu, dan kemampuan menghantar listrik pada molekul (larutan elekrolit atau non elektrolit).
3. Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semi permeable, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).
4. Faktor yang mempengaruhi kecepatan osmosis adalah konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel, ketebalan membrane, dan suhu.
5. Tekanan turgor adalah tekanan dari dalam vakuola kepada membran plasma dan dinding sel karena adanya osmosis air ke dalam vakuola.
6. Plasmolisis adalah menciutnya sitoplasma ketika sel berada pada larutan yang hipertonis terhadapnya.
7. Perbedaan antara plasmolisis dan tekana turgor terletak pada keadaan konsentrasi di dalam dan luar sel.
DAFTAR PUSTAKA
Sri Lestari, Endang dan Idun Kistinah.2009 Biologi 2 untuk Kelas XI, Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas
Irvan Permana .2009. Memahami Kimia SMA Kelas XI.Bandung : Penerbit Armico
Sihombing, Betsy, dkk.2010. Penuntun Praktikum Biologi Umum.Jakarta : Universitas Negeri Jakarta
http://kireidwi.blog.friendster.com/2008/09/mekanisme-difusi-dan-osmosis-dalam-sel/

LAMPIRAN
A.  Difusi Zat Cair
      1.  Sebutkan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya proses difusi?
           Jawab :
a.       Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
b.      Densitas (kepadatan) medium.
c.       Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat difusinya.
d.      Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula difusinya.
e.       Kemampuan menghantar listrik pada molekul (larutan elekrolit atau non elektrolit). Pada umumnya, larutan elekrolit memiliki kecepatan difusi yang lebih lambat dibandingkan larutan non elekrolit.
      2.  Dari hasil percobaan, mana yang lebih cepat antara difusi gas dan difusi cair, mengapa
           Demikan? Jelaskan !
           Jawab :
            Karena kami tidak melakukan percobaan, maka kami tidak dapat menentukan percobaan mana yang lebih cepat antara difusi gas dan difusi zat cair.
     3.   Sebutkan dan jelaskan macam-macam membran permeabilitas !
           Jawab :
            Membran permeabilitas terdiri dari 3 macam, yaitu :
     a. Impermeable ( tidak permeable), dimana air maupun zat terlarut didalamnya tidak   Dapat melaluinya.
            b. Permeable, yaitu membran yang dapat dilalui oleh air maupun zat tertentu yang Terlarut didalamnya.
            c. Semi permeable, yaitu membran yang hanya dapat dilalui oleh air tetapi tidak dapat
                Dilalui  oleh zat terlarut, misalnya membran sitoplasma.
       4.  Jelaskan apakah hanya molekul yang berukuran kecil yang dapat berdifusi?
            Jawab :
              Difusi adalah bergeraknya molekul dari konsentrasi tinggi (hipertonis) ke konsentrasi rendah (hipotonis) melalui membran permeable, zat yang dapat melewati membrane dengan difusi adalah zat yang larut dalam lemak, hormone steroid, dan zat-zat dengan molekul yang berukuran kecil. Sementara itu, zat bermolekul besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam mineral tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane, proses seperti ini biasa disebut difusi terbantu.
B. Osmosis dan Turgor
     1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya osmosis   pada sel hidup?
         Jawab :
a.       Konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel. Osmosis akan terjadi dari zat yang berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi.
b.      Ketebalan membran. Makin tipis membran, makin cepat proses difusi
c.       Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula osmosisnya.
    2. Dari hasil percobaan apakah ada perubahan dari buah pepaya antara yang direndam dengan air suling dan air larutan garam 10 %? Mengapa demikian? Jelaskan?
         Jawab :
         Ada, pada irisan buah papaya yang direndam dengan larutan garam 10% panjang menjadi berkurang dan potongan papaya menjadi lebih lembek dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya osmosis air dari dalam sel (hipotonis) menuju keluar ke air di dalam cawan petri (hipertonis). Sedangkan, papaya di air ledeng menjadi bertambah panjang karena adanya osmosis air dari cawan petri (hipotonis) ke dalam sel (hipertonis) dan sel mengalami peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi lebih keras dan kaku dari sebelumnya.  
3.   Jelaskan apakah ada perbedaan antara proses difusi dan osmosis?
         Jawab :
         Ada perbedaan antara proses difusi dan osmosis. Proses difusi adalah perpindahan molekul dari larutan yang memiliki konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah. Sedangkan osmosis merupakan difusi melalui membran semi permeable merupakan perpindahan pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi.
C. Plasmolisis
    1.  Jelaskan mengapa semakin tinggi konsentarasi zat perendam, semakin banyak sel yang    terplasmolisis !
          Jawab :
          apabila konsentrasi zat perendam semakin tinggi, maka akan terjadi proses osmosis dan akhirnya terplasmolisis. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi plasmolisis adalah konsentarasi zat perendam. Jadi semakin banyak yang terplasmolisis.
    2. Mungkinkah  sel yang telah mengalami plasmolisis akan dapat kembali pada keadaan semula? Jelaskan !
        Jawab :
         Mungkin, bila sel yang mengalami plasmolisis di tempatkan di larutan hipotonik maka keadaan sel akan kembali seperti semula karena air di luar sel akan berosmosis ke dalam sel yang hipertonis. Selain itu, sel tumbuhan memiliki dinding sel sehingga selnya tidak pecah, dan memungkinkan kembali ke bentuk semula

| Supported link |

1 comment: