Sunday, July 24

BIOLOGI HEWAN

PENDAHULUAN
Tubuh hewan terdiri atas macam-macam bentuk dan fungsi sel dengan jumlah yang banyak sekali. Pada sebagian besar hewan jaringan-jaringan itu akan membentuk unit fungsional yang disebut dengan organ. Ada empat jenis jaringan dasar yang ditemukan pada tubuh manusia dan hewan yaitu jaringan epithelium, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Semua struktur tubuh tersusun dari beragam jumlah jaringan ini; sebagian besar organ utama tersusun dari penggabungan keempat jenis jaringan ini.
Pada jaringan hewan, fungsi jaringan ini berkorelasi dengan struktur tubuh hewan tersebut. dan sistem-sistem jaringan ini saling bergantung satu sama lain agar dapat membentuk organ yang dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
  TUJUAN
Mempelajari berbagai bentuk jaringan pada hewan


DASAR TEORI
Ada empat jenis jaringan dasar yang ditemukan pada tubuh manusia dan hewan yaitu jaringan epithelium, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf.
Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm.
JENIS-JENIS JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epitel simpleks (terdiri dari satu lapis sel) dan epite kompleks (tersusun atas beberapa lapisan sel).
1. Epitel simpleks

- Epitel pipih selapis.
Ciri-cirinya, sitoplasma jernih, inti sel bulat terletak di tengah. Epitel ini terletak di pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar. Adapun fungsi epitel ini antara lain Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium), Tempat difusi zat,Tempat infiltrasi zat, dan Tempat osmosis zat.
- Epitel kubus selapis
Sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir. Inti sel bulat besar di tengah. Terletak di kelenjar keringat dan kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovary, dan saluran nefron ginjal. Adapun fungsinya sebagai Lapisan pelindung atau proteksi, Tempat penyerapan zat (absorbsi),dan Penghasil mucus (lendir) / sekresi.
- Epitel silindris selapis
Epitel ini memiliki bentuk silinder (tabung), sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir. Epitel ini memiliki nucleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar. Terdapat pada dinding dalam lambung, usus, kandung kencing, kantong empedu, saluran rahim, rahim, saluran pernafasan bagian atas, saluran pencernaan.Adapun fungsinya sebagai lapisan pelindung (proteksi),tempat penyerapan zat ( absorbsi), dan  Tempat difusi dan absorbsi zat, dan Melicinkan
- Epitel silindris selapis bersilia
Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris berlapis, hanya saja memiliki bulu-bulu getar atau silia. Epitel ini dapat ditemukan di dinding dalam rongga hidung, saluran trakea, bronkus, dan dinding dalam saluran oviduct.
Adapun fungsinya sebagai penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk, dan dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada mucus
- Epitel silindris semu berlapis (Epitel silindris bersilia)
Epitel ini terdiri atas sel-sel epitelium batang yang berekatan satu sama lain dan tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai epitelium berlapis. Terletak pada rongga hidung dan trakea.Adapun fungsinya untuk proteksi, sekresi, dan Gerakan zat melalui permukaan
2. Epitel kompleks
Epitel kompleks tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukan yang rusak, disebut lapisan germinativa. Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah,
- Epitel pipih berlapis
Letaknya pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, rongga mulut, esophagus, laring, vagina, saluran anus, rongga hidung. Berfungsi sebagai,lapisan pelindung terhadap pengaruh luar, Lapisan pelindung saluran dalam, dan  Penghasil mucus
- Epitel kubus berlapis
Terletak di kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium di masa pertumbuhan, buah zakar. Fungsinya sebagai lapisan pelindung dan penghasil mucus
- Epitel silindris berlapis
Terletak pada lapisan konjunctiva (lapisan yang selalu basah karena lendir) misalnya pada bagia mata yang berwarna putih, dinding dalam kelopak mata, laring, faring, uretra. Berfungsi sebagai,proteksi, Penghasil mucus, Gerakan zat lewati permukaan,Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu.
- Epitel transisional
Terletak pada kandung kencing, ureter, pelvis ginjal. Berfungsi menahan regangan dan tekanan.

- Epitel kelenjar eksokrin
Terletak pada kelenjar minyak, kelenjar keringat, kelenjar saliva. Berfungsi menghasilkan mucus
- Epitel kelenjar endokrin
Terletak pada otak, daerah leher, anak ginjal, pankreas, kelamin. Berfungsi menghasilkan hormone.
JARINGAN IKAT
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah
sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matrik ekstraseluler.
Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Se-sel tersebut
mensistesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya (Campbell et al.
1999). Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi (1) jaringan ikat longgar dan (2)
jaringan ikat padat, (3) jaringan lemak, (4) jaringan darah, (5) kartilago, dan (6) tulang.
Diantara enam tipe jaringan ikat, jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan di
dalam tubuh kita. Di dalam matriks jaringan ikat longgar ini hanya sedikit ditemukan
serabut. Serabut penyusun jaringan ikat ini berupa kolagen. Fungsi utama jaringan ikat
longgar adalah pengikat dan pengepak material, dan sebagai tumbuhan bagi jaringan dan
organ lainnya. Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot (Campbell et al.
1999).
Jaringan ikat padat/fibrous mempunyai matriks yang banyak mengandung serabut kolagen. Jaringan ini membentuktendon sebagai tempat perlekatan otot dengan tulang, danligamen sebagai tempat persendian tulang dengan tulang (Campbell et al. 1999).
Jaringan lemak mengandung sel-sel lemak. Jaringan ini digunakan sebagai bantalan,
dan melindungi tubuh, serta sebagai penyimpan energi. Setiap sel lemak, mengandung
tetes lemak yang besar. Didalam jaringan lemak, matriks relatif sedikt (Campbell et al.
1999).
Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah
disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah
merah dan putih tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transpor
substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam
sistem kekebalan (Campbell et al. 1999).
Kartilago adalah jaringan ikat yang membentuk material rangka yang fleksibel dan
kuat, terdiri atas serabut kolgen yang tertanam di dalam matriks. Kartilago banyak
ditemukan pada bagian ujung tulang keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas
tulang belakang) (Campbell et al. 1999).
Tulang keras (bone) merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut
kolagen yang tertanam di dalam matriks (Campbell et al. 1999). Didalam matriks sel
tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan
peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar kalsium dalam darah. Sel tulang
(osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut lakuna. Lakuna ini mengandung satu atau
beberapa osteosit. Penjuluran yang keluar dari osteosit disebut kanalikuli. Kanalikuli dari
satu sel berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi sel. Satu osteon
terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal sentral (kanalis Haversi).
Pada individu yang masih hidup, kanal sentral ini berisi pembuluh darah.
Jaringan Otot
Secara embriologi, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang memanjang atau berbentuk serabut yang dapat berkontraksi karena adanya molekul miofibril. Pada vertebrata, secara tipikal mempunyai tiga jenis otot, yaitu otot skelet (rangka), otot jantung (cardiac), dan otot polos (Campbell et al. 1999).
Otot skelet berstruktur bergaris melintang, berfungsi untuk menggerakkan rangka.
Otot ini bersifat sadar (voluntary), karena mampu diatur oleh kemauan kita. Serabut
ototnya mempunyai banyak nukleus yang terletak ditepi. Otot rangka mempunyai garis
melintang yang gelap (pita anisotrop) dan garis terang (pita isotrop).
Otot jantung merupakan otot bergaris melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak
sadar (involuntary), karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Nukleus
terletak ditengah sel. Pada bagian ujung sel, terdapat sambungan rapat, yang membentuk
struktur pembawa sinyal untuk kontraksi dari satu sel ke sel lainnya selama denyut
jantung (Campbell et al. 1999).
Otot polos berbentuk seperti spindle. Kontraksi otot polos lebih lambat
dinbbandingkan otot skelet, namun mereka mampu kontraksi dalam waktu lebih lama.
Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary), seperti otot jantung. Otot polos ditemukan
pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan
melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya disebut sarkolema
dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung miofibril
dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
Jaringan saraf
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Jaringan saraf berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan dan manusia.
 
ANALISIS DATA
Epitel berlapis pipih kulit katak
Pada pengamatan yang kami lakukan, dapat kita lihat bahwa benruk jaringan epitel pada kulit katak yaitu jaringan epitel berlapis tunggal pipih. Ciri-cirinya, sitoplasma jernih, inti sel bulat terletak di tengah. Epitel ini terletak di pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar. Adapun fungsi epitel ini antara lain Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium), Tempat difusi zat,Tempat infiltrasi zat, dan Tempat osmosis zat.
Sel darah katak
Pada pengamatan yang kami lakukan untuk mengamati darah pada kata  dapat dilihat bahwa adanya  sel darah merah (eritrosit. Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah
merah dan putih tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transpor
substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam
sistem kekebalan (Campbell et al. 1999).
Darah pada katak terdiri dari plasma darah yang mengandung air, garam mineral, dan protein darah. Eritrosit pada katak mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen.

Preparat tulang rawan
Pada pengamatan yang kami lakukan terhadap preparat awetan tulang rawan , dapat dilihat bahwa pada preparat tersebut terdapat adanya osteosit , lacuna, dan matriks serta chondrosit (sel tulang rawan).
Kartilago adalah jaringan ikat yang membentuk material rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri atas serabut kolgen yang tertanam di dalam matriks. Kartilago banyak ditemukan pada bagian ujung tulang keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas tulang belakang) (Campbell et al. 1999).
Didalam matriks sel tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar kalsium dalam darah. Sel tulang
(osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut lakuna. Lakuna ini mengandung satu atau beberapa osteosit. Penjuluran yang keluar dari osteosit disebut kanalikuli. Kanalikuli dari satu sel berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi sel. Satu osteon terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal sentral (kanalis Haversi).Pada individu yang masih hidup, kanal sentral ini berisi pembuluh darah.
Preparat otot polos
Bedasarkan hasil pengamatan terhadap otot polos, yang kami lihat dari preparat tersebut adalah adanya serabut–serabut yang sama (homogen) dan adanya nukleus yang di tengah jaringan otot tersebut. Jariongan otot tersebut mempunyai serabut-serabut yang hampir sama sehingga pada saat dilihat di mikroskop tampak polos dan tidak bergaris-garis. Otot polos ini berinti satu dan bekerja secara involunter (tidak sadar).

Preparat otot lurik (rangka)
Berdasarkan gambar hasil pengamatana terhadap preparat otot rangka, terlihat miofibril dan inti sel yang tidak teratur (pada tepi). Otot rangkadisebut otot lurik karena, jika kita lihat dibawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terangberselang seling melintang di sepanjang serabut otot. Otot ini berfungsi untuk menggerakkan rangka atau tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras. Otot ini bersifat sadar karena dapat diatur sesuai keinginan kita, dan beraksi cepat setelah di beri rangsangan.
Preparat otot jantung
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap preparat otot jantung, kita dapat melihat inti sel serta interkalatid (cakram berinterkalar). Otot jantung ini bekerja pada kondisi tidak sadar. Otot ini berbentuk silinder , bergaris melintang mirip dengan otot lurik, tetapi berbentuk sebagai sel-sel yang bercabang yang saling mengadakan anastomose dan bukan bentuk sinsium.Serabut otot ini mempunyai susunan yang khusus untuk memenuhi fungsinya yaitu memompa jantung.
Preparat sel saraf
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap preparat sel saraf, kita dapat melihat terdapat inti sel serta perpanjangan sel saraf. Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.
Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang didalambya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel terdaapr dua perpanjangan sel, yaitu dendrit dan akson.dendrit berfungsi untuk mengirimlan impuls ke badab saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang sedangkan dendrit pendek.

KESIMPULAN
  1. Jaringan merupakan kumpulan dari sel dengan struktur dan fungsi yang sama. Apabila jaringan-jaringan tersebut berkumpul maka akan terbentuk organ.
  2. jaringan dapat dibagi ke dalam empat kategori utama yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan saraf dan jaringan otot.
  3. Jaringan epithelium merupakan jaringan yang berada di permukaan kulit.
  4. Jaringan epitel memiliki bentuk yang bercbeda-beda sesuai dengan fungsinya.
  5. Jaringan ikat merupakan jaringan penyokong yang mengikat jaringan yang lain,
  6. Jaringan otot merupakan jaringan gerak aktif yang menerima rangsangan dari otak, dan
  7. Jaringan saraf merupakan jaringan dasar yang ada diselurh tubuh sebagai jaringan komunikasi.
  8. Jaringan otot terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung dan maemiliki ciri yang berbeda-beda 


DAFTAR PUSTAKA
Saktiyono. 2008. Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta. Erlangga
Sihombing,Betsy,dkk. 2010. Panduan Praktikum Biologi Umum. Jakarta: Jurusan biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta.
Priadi, Arif dan Tri Silawati. 2007. Sains Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta. Yudhistira
Campbell. et al., Biologi. Erlangga:Jakarta

LAMPIRAN
1.      Apa fungsi jaringan epitel bagi tubuh hewan ?
Jawab:
Jaringan epitel secara umum memiliki beberapa fungsi sebagai berikut,
a. Sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya
b. Sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah. Kelenjar merupakan lekukan dari jaringan epitel dimana pada dindingnya terdapat sel kelenjar. Sel kelenjar adalah sel yang mengambil bahan baku dari darah lalu dibuat menjadi sesuatu. Kelenjar Ekskresi bila zat yang dikeluarkannya untuk dibuang, contohnya urine. Kelenjar sekresi jika zat yang dikeluarkannya untuk digunakan kembali, contohnya enzim-enzim. Kelenjar endokrin bila zat yang dikeluarkan (hormone) langsung ke dalam darah.
c. Sebagai penerima rangsang atau reseptor, disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Epitel sensori kebanyakan berada di alat indra.
d. Sebagai pintu gerbang lalu lintas zat, berfungsi melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contohnya pada alveolus paru-paru, jonjot usus, dan nefron ginjal

2.      Apa perbedaan otot polos, otot rangka, dan otot jantung ?
Jawab :

Otot Polos
Otot Rangka
Otot jantung
Struktur sel
Berinti satu di tengah
Berinti banyak di tepi
Berinti satu di tengah, serabut otot bersinsitium, termasuk otot lurik
Sifat kerja
Tidak sadar (involunter)
Sadar (volunter)
Tidak sadar (involunter)
Reaksi
thdp rangsang
Lambat
Cepat
Lambat
Letak
Pada dinding daluran tubuh, pembuluh darah, usus
Melekat pada rangka tubuh
Pada dinding jantung

3.      Apa ciri dari jaringan konektif penunjang ?
Jawab :
Jaringan konektif penunjang digunakan untuk memberi kekuatan, bantuan dan perlindungan tehadap bagian-bagian lemah pada tubuh. Jaringan ini terdiri dari tulang rawan dan tulang kompak. Selain itu, terdiri atas serat-serat kuat yang membentuk matriks atau kerangka pendukung untuk semua jaringan tubuh. Susunan sel dan bahan interselulernyanya berbeda dengan epitel . Letak  sel-selnya berpencaran terkadang tidak berhubungan satu sama lain.jenis sel yang paling sering terdapat pada jaringan ini mempunyai bentuk bercabang tak beraturan disebut Stellata. Nukleusnya agak menggelembung dan sitoplasma agak granuler dan memanjang dalam bentuk proses.

Share:

1 comment:

  1. blog ini tema nya sma kyak blog ane,tuker link ya, cba liad dlu d http://www.alvinapple.co.cc

    ReplyDelete

mari berteman~

Blog Archive