Showing posts with label LAPORAN BIOLOGI I. Show all posts
Showing posts with label LAPORAN BIOLOGI I. Show all posts

Sunday, July 24

BIOLOGI HEWAN

PENDAHULUAN
Tubuh hewan terdiri atas macam-macam bentuk dan fungsi sel dengan jumlah yang banyak sekali. Pada sebagian besar hewan jaringan-jaringan itu akan membentuk unit fungsional yang disebut dengan organ. Ada empat jenis jaringan dasar yang ditemukan pada tubuh manusia dan hewan yaitu jaringan epithelium, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Semua struktur tubuh tersusun dari beragam jumlah jaringan ini; sebagian besar organ utama tersusun dari penggabungan keempat jenis jaringan ini.
Pada jaringan hewan, fungsi jaringan ini berkorelasi dengan struktur tubuh hewan tersebut. dan sistem-sistem jaringan ini saling bergantung satu sama lain agar dapat membentuk organ yang dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
  TUJUAN
Mempelajari berbagai bentuk jaringan pada hewan

Share:

DIFUSI GAS II

HASIL PENGAMATAN
Kegiatan 1. Difusi Gas
Zat
Waktu
Lakmus ke-
Perubahan
NH4OH
00:28:36
1
Lakmus Merah menjadi biru dan Lakmus biru tetap biru
01:07:73
2
02:31:14
3
05:02:40
4
07:58:24
5
10:10:62
6
13:38:60
7
16:31:36
8
20:35:60
9
35:02:10
10
HCl
00:14:26
1
Lakmus biru menjadi merah dan lakmus 
biru tetap biru

Share:

Sunday, December 19

materi UAP biologi

bagian2 mikroskop dan gunanya
bayangan - terbalik
pebedaan sel hewan dan tumbuhan
kloroplas pada hidrilla
fungsi jaringan pada tumbuhan, dan jaringan permanen dan isinya dan fungsinya
perbedaan pada tumbuhan tua dan muda
xilem dan floem
bagaimana xilem dan floem di akar dan batang
kondrin-sel tulang rawan
membedakan bentuk2 sel otot
pengaruhi difusi:
tekanan, suhu, konsentrasi- konsentrasi yang lebih di perhatikan dalam percobaan. - konsentrasi besar-laju cepat
membran2-immpermiabel, semipermiabel, permeabel: usus
transpor-aktif, pasif
plasmolisis, turgid
transpirasi untuk mengurangi banyaknya air
faktor2 transpirasi: cahaya, suhu, kelembaban
klorofil-sifat, komponen warna, pelarut yg baik
tahap2 pembelahan sel- paling keliatan di metafase
kenapa makenya akar? : soalnya paling aktif membelah jadinya bisa diamati
fungsi bb
bb sensitif pada co2 bukan 02-mempengaruhi perubahan warna
anabolisme dan katabolisme
autotrof
kalo punyanya bukan klorofil tapi pigmen lai bisa berfotosintesis ga?: bisa soalnya punya pigmen yang fungsinya mirip
syarat mutlak terjadinya fotosintesis: cahaya
ciri foto: adanya o2
kenapa pake kecambah dlm respirasi?: meskipun masih kecil, dia sudah bisa berfotosintesis jadinya keliatan respirasinya, kan foto-respirasi
kenapa air kapur berubah warna jadi keruh?
faktor respirasi: cowo lebih cepat (nadi, denyut jantung, aliran darah lbh cepat)


alat tujuan alasan
Share:

Saturday, December 4

REPRODUKSI SEL


PERCOBAAN 9
REPRODUKSI SEL
PENDAHULUAN
Setiap makhluk hidup, baik yang uniseluler maupun multiseluler mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Hal ini ditunjukkan untuk mempertahankan keturunan dari makhluk hidup tersebut. Dalam peristiwa perkembangbiakan ini terjadi proses penurunan sifat dari induk ke anaknya, sehingga memiliki sifat yang identik dengan induknya. Yang berperan dalam proses penurunan sifat ini adalah pembawa sifat atau kromosom.
Kromosom terdapat di dalam inti se. Bentuknya sperti benang-benang yang tersusun dari benang-benang kromatin. Kromosom ini mudah sekali menyerap zat warna, sehingga apabila sel itu diberi warna, maka bagian intilah (yang mengandung kromosom) yang nampak lebih tua warnanya dibanding sel lain
TUJUAN
Mengenal dan mengamati kromosom pada sel akar bawang merah (Album cepa) pada pembelahan sel
DASAR TEORI
Setiap organisme yang tinggal di planet Bumi ini tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, yaitu sel prokariotik atau sel eukariotik. Jenis sel prokariotik hanya dimiliki oleh bakteri dan arkea. Umumnya, Arkea (Archaea) hidup di lingkungan yang ekstrem, seperti danau yang berkadar garam tinggi dan sumber-sumber air panas. Ini telah dibuktikan dengan molekuler bahwa arkea sangat tidak mempunyai kesamaan dengan eukariota sebanyak kesamaan yang dimilikinya dengan anggota domain bakteri. Perbedaan utama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani pro, yang berarti “sebelum”, dan karyon, yang berarti “kernel”, atau biasa disebut nukleus.
Sel prokariotik tidak memiliki nukleus, melainkan materi genetiknya (DNA) terpusat pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Namun sebaliknya, sel eukariotik (bahasa Yunani, eu, yang berarti “sebenarnya”, dan karyon) mempunyai nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh membran nukleus. Dengan demikian baik ada mahupun tidak nukleus sesungguhnya, hanya merupakan contoh dari perbedaan kompleksnya suatu struktural dari kedua jenis sel tersebut.
Perkembangan sel prokariotik dan eukariotik memiliki beberapa fase. Pada sel prokariotik adalah amitosis atau pembelahan biner, secara harfiah berarti “pembelahan menjadi separuh”. Sebagian besar gen bakteri terdapat pada kromosom tunggal yang terdiri atas molekul DNA sirkular dan protein yang terkait. Walaupun bakteri lebih kecil dan lebih sederhana daripada sel eukariotik, masalah replikasi genomnya secara teratur dan pendistribusian salinannya secara ke kedua sel anak masih sulit dimengerti sepenuhnya. Kromosom bakteri dilekatkan pada membran plasma. Setelah sel bakteri mereplikasi kromosomnya dalam persiapan untuk pembelahan, kedua salinannya tetap melekat pada membran di tempat yang bersebelahan. Pertumbuhan membran di antara kedua tempat pelekatan itu akan memisahkan kedua salinan kromosom tadi. Ketika bakteri telah mencapai sekitar dua kali ukuran awalnya, membran plasmanya melekuk ke dalam, memisahkan sel induk menjadi dua sel anak. Setiap sel mewarisi genom yang lengkap.
Sebaliknya, pada sel eukariotik, terjadi perbedaan jenis pembelahan. Pertama, pada sel somatik (sel tubuh) terjadi secara mitosis dan yang kedua pada sel gamet (kelamin) terjadi secara meiosis.
Proses berlangsungnya pembelahan tersebut diperlukan waktu dan laju pembelahan sel (siklus sel) pada bagian tumbuhan dan hewan yang berbeda merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Perbedaan siklus sel ini disebabkan oleh pengaturan pada tingkatan molekuler.
Tahap yang pertama kali dilakukan dalam siklus sel ini adalah dengan fase Interfase yaitu periode saat sel tidak sedang melakukan aktifitas pembelahan. Selama Interfase, aktivitas metabolisme sangat tinggi, kromosom dan organel mengalami duplikasi (penggandaan) dan ukuran sel dapat meningkat. Interfase meliputi sekitar 90 % dari keseluruhan waktu setiap siklus sel. Untuk satu sel membutuhkan waktu ± 24 jam untuk satu kali proses pembelahan, G1 (Gap 1) selama 11 jam, S (Sintesis DNA) selama 8 jam, G2 (Gap 2) selama 4 jam dan M (Mitotik) selama 1 jam. Selama ketiga sub-fase ini yaitu G1, S, dan G2, sel mengalami pertumbuhan dengan menghasilkan organel dan protein-protein di dalam sitoplasma. Kromosom direplikasi hanya pada sub-fase S.
Dengan demikian, suatu sel tumbuh (G1), terus tumbuh saat sel tersebut sudah menyalin kromosomnya (S), dan tumbuh lagi sampai sel tersebut menyelesaikan persiapannya untuk melakukan pembelahan (G2) yang ditandai dengan kromosom berkondensasi, dua pasang sentromer terbentuk, dan nukleolus mulai menghilang, kemudian dilanjutkan dengan fase M.
Pembelahan mitosis merupakan proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru, melalui tahapan dan proses tertentu menghasilkan dua jenis sel anak yang jumlah kromosomnya sama dengan induknya.
Pembelahan sel secara mitosis melalui beberapa fase, diantaranya fase Interfase, Profase, Metafase, Anafase, dan yang terakhir Telofase. Pembelahan mulai terjadi saat fase Profase dengan ciri-ciri membran nukleus melebur, nukleolus menghilang, kedua sentriol bergerak ke kutub berlawanan , dan kromosom mereplikasi hingga memproduksi sebanyak 12 kromatid, kemudian membentuk 6 pasang sister chromatids (sepasang kromatid identik). Kemudian, sebelum sel memasuki fase Metafase terlebih dahulu fase pro-Metafase dengan ciri-ciri membran inti berubah menjadi vesikel-vesikel dan benang spindel telah sempurna. Sister chromatids akan mengikat “garis-garis” spindel melalui mirotubul kinetotor, kemudian pada Metafase-nya sudah berada sejajar di bidang ekuator. Dilanjutkan fase Anafase, sister chromatids berpisah dari pasangannya dan bergerak menuju kutub-kutub berlawanan, kemudian selama fase Telofase kromosom sudah berada di setiap kutub masing-masing dan membran inti akan membentuk kembali serta kromosom membentuk kromatin kembali dan terakhir sel akan terbagi menjadi dua sel anakan setelah sitokinesis selesai.
Pembelahan mitosis bertujuan untuk memperbaiki sel-sel somatik (sel tubuh selain sel kelamin) yang mati dan sel yang mengalami kerusakan serta sebagai regenerasi aseksual (vegetatif). Sebaliknya pada pembelahan meiosis, sel yang dihasilkan merupakan sel gamet yang bertujuan dalam proses fertilisasi untuk memproduksi individu baru dengan gen gabungan dari kedua induk (reproduksi seksual).
Beberapa perbedaan yang ada pada pembelahan mitosis dan meiosis. Pertama, berdasarkan tempat terjadinya mitosis pada sel somatik sedangkan meiosis pada sel kelamin. Kedua, berdasarkan tujuannya mitosis untuk mengganti sel-sel yang rusak sedangkan pada meiosis untuk membentuk sel kelamin. Ketiga, berdasarkan pembelahannya mitosis hanya terjadi satu kali pembelahan saja sedangkan pada meiosis terjadi dua kali pembelahan. Keempat, berdasarkan hasilnya mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik sedangkan pada meiosis menghasilkan 4 sel anak yang berbeda dan yang kelima, berdasarkan sel anaknya mitosis bersifat diploid (2n) sedangkan pada meiosis bersifat haploid (n).
Di setiap pembelahan, kita dapat menemukan beberapa tahapan pembentukan materi genetik pada membran inti. Kromatid merupakan dua molekul DNA yang identik dan membentuk dua kromatid yang identik yang kita kenal dengan nama sister chromatids. Kemudian, molekul DNA tersebut di dalam inti sel diorganisasikan bersama dngan protein histon yang dinamakan dengan kromatin, lalu kromatin mengalami pemendekan dan penebalan hingga akhirnya membentuk kromosom. Kemudian, kromosom tersebut membentuk kromosom homolog yaitu pasangan kromosom dengan panjang, posisi sentromer, dan pola pewarnaan yang sama yang memiliki gen untuk karakter yang sama pada lokus yang berkaitan. Kromosom juga memilki bagian-bagiannya yaitu kinetokor yaitu daerah khusus sentromer yang menghubungkan masing-masing sister chromatids dengan gelendong mitotik, lalu yang kedua yaitu telomer merupakan bagian ujung pada kromosom dan yang terakhir yaitu sentrosom adalah pusat pengorganisasian mikrotubul pada kromosom.
Pembelahan sel berbeda antara sel hewan dan tumbuhan. Ini ditandai dengan pada tahap akhir pembelahan yaitu fase Telofase, lebih tepatnya pada proses sitokinesis (pembelahan sitoplasma). Pada sel hewan sitokinesis diawali dengan berakhirnya proses mitosis, kemudian “gelondong” (vesikel) melakukan pembongkaran sitoplasma dari luar. Kemudian membentuk garis ekuator, sebuah cincin mikrofilamen melakukan kontraksi membran plasma. Kemudian diameter tersebut menyusut dan membuat kerutan ke arah dalam. Kontraksi terus terjadi secara kontinu sampai tersebut memotong sel menjadi dua anakan sel baru.
Sebaliknya pada sel tumbuhan sitokinesis diawali dengan vesikel berkumpul di garis ekuator dan mereka juga mengandung material sejenis “semen” dan struktur materialnya  untuk membentuk dinding sel yang baru. Kemudian, vesikel tersebut membentuk sumbu membran vesikel. Kemudian, enzim selulosa diendapkan di sebelah dalam membentuk “sandwich” (enzim tersebut berguna untuk membantu memisahkan sel) dan pada akhirnya sel menjadi dua anakan sel yang baru.

ALAT DAN BAHAN

1.      Gelas objek
2.      Gelas penutup
3.      Silet
4.      Pinset
5.      Kertas saring
6.      Pipet tetes
7.      Biakan akar bawang merah
8.      Cawan petri
9.      Larutan aceto – carmin
10.  Pensil yang permukaannya halus
11.  kaki tiga
12.   Pembakar spiritus
13.   Kassa asbes


BAGAN KERJA
Beberapa hari sebelum percobaan
Membuat biakkan akar bawang dengan merendam cakram siung bawang di dalam segelas air
Meletakkan biakkan tersebut di tempat gelap selama beberapa hari hingga tumbuh akar dengan panjang 2-3 cm

Hari percobaan
Memotong akar bawang yang telah dibiakkan sepanjang 5 mm dari ujung akar

Memanaskan rendaman potongan akar hingga ujung akar tampak berwarna paling merah (menjaga jangan sampai aceto – carmin mengering)

Meletakkan satu potongan akar di atas gelas objek dan di berti tetesan larutan aceto –carmin, menutup dengan gelas penutup, menekan dengan pensil hingga memipih

Meletakkan potongan akar tersebut di dalam cawan petri lalu diberikan aceto – carmin hingga seluruh potongan akar  terendam

Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 100 X hingga terlihat kromosom dalam bentuk benang –benang merah dalam inti sel
HASIL PENGAMATAN
Perbesaran 10 X 10                                                                          


  Perbesaran 10 X 40









Pada gambar terlihat bagian yang berwana merah dan tidak

ANALISIS HASIL
Pada percobaan kali ini, beberapa hari sebelum pelaksanaan praktikum yang dilakukan adalah pembiakan akar bawang. Cara mengembangbiakkan akar bawang yaitu dengan merendam cakram bawang di dalam gelas berisi air dan di letakkan di tempat yang gelap.
Pada hari pelaksanaan praktikum, biakkan akar bawang di potong lalu dipanaskan bersama larutan aceto-carmin. Yang digunakan dalam praktikum ini adalah ujung akar karena pada ujung akar masih terdapat sel yang masih aktif membelah. Pemanasan acetocarmin bersamaan dengan akar bawang dimaksudkan agar sel –sel akar bawang mati dan penyerapan maksimal serta posisi kromosom tidak berubah dan mudah untuk diamati. Setelah pemanasan, akar bawang di letakkan pada preparat serta di pipihkan kemudian  di amati di bawah miksoskop
Ternyata setelah diamati dibawah mikroskop, ada bagian yang berwarna merah dan ada yang tidak, namun itu tidak menunjukkan keberadaan kromosom, dan bentuk kromosom tidak terlihat. Mungkin yang kami amati merupakan serabut serabut akar. Hal ini terjadi karena terdapat kesalahan dalam praktikum misalnya pada saat pemotongan tenyata bukan bagian ujung akar  yang digunakan sehingga pada saat diamati tidak terlihat jelas kromosomnya. Selain itu, waktu perendaman / pembiakkan yang mungkin terlalu lama, sehingga ketika diamati sel telah  terhenti pertumbuhannya atau tidak membelah lagi.


KESIMPULAN
  • ·         Pembelahan yang terjadi adalah pembelahan mitosis
  • ·         Tahap pembelahan mitosis yaitu : profase, metafase, anaphase, dan telofase
  • ·         Pembiakkan akar bawang merah lebih baik dilakukan sehari sebelum pelaksanaan percobaan
  • ·         Pada bagian ujung akar terdapat sel yang masih aktif membelah
  • ·         Aceto- carmin digunakan agar kromosom yang akan siamati lebih terlihat jelas
  • ·         Kromosom tidak terlihat karena terdapat kesalahan dalam praktikum

DAFTAR PUSTAKA
Brooker dkk. 2008. Biology. NewYork: McGraw Hill International edition
Campbell dkk. 2002. Biologi,ed V. Jakarta: Erlangga
Sihombing,Betsy. et al., 2010. Penuntun praktikum biologi umum. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Jakarta
Starr. 2003. Biology concepts and applications, 5th ed. New York: USA of The Wadsworth Group
Willet, Edward. 2006. Genetics Demystified. New York: The Mcgrow-Hill Companies, Inc

 LAMPIRAN
1.      Apa guna larutan aceto – carmin dalam percobaan ini? Mengapa dalam prosedur pelaksanaannya, rendaman ujung akar dalam larutan aceto- carmin harus di panaskan?
Jawab :
asetocarmine untuk memperjelas kromosom yang terdapat pada akar bawang merah karena kromosom mudah sekali menyerap warna. Pemanasan dilakukan agar sel – sel di akar mati sehingga penyerapan aceto –carmin maksimal, selain itu pemanasan dilakukan agar pada saat diamati  posisi kromosom tidak berubah

2.      Mengapa digunakan bagian ujung akar untuk mengamati kromosom? Dapatkah kita mengamati kromosom secara jelas pada bagian pangkal akar atau bagian lain dari tumbuhan? Mengapa demikian
Jawab :
Karena pada bagian ujung akar terdapat sel pertumbuhan yang masih aktif membelah, jika menggunakan bagian lain tidak dapat terlihat karena pada bagian lain sudah terjadi pendewasaan atau telah terdeferensiasi dan pembelahan sel sudah terhenti.

3.      Pada peristiwa apa kromosom dalam sel dapat dengan mudah/ jelas diamati? Jelaskan.
Jawab :
Pada saat metaphase, Karena pada saat metafase kromosom berjejer dibidang ekuator sehingga mudah untuk diamati.
Share:

JARINGAN PADA TUMBUHAN

BAB I
PENDAHULUAN
Satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Kumpulan dari sel yang berbeda struktur dan fungsinya, atau keduanya disebut jaringan.
Jaringan yang terdiri dari sel-sel yang sama bentuk serta fungsinya disebut jaringan sederhana. Sedangkan jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam sel namun asalnya sama disebut jaringan kompleks atau majemuk.
Sachs membagi jaringan dalam tiga sistem, yaitu sistem dermal, sistem jaringan pembuluh, jaringan dasar. Sistem dermal meliputi epidermis dan periderm. Sistem jaringan pembuluh meliputi xilem yang mengangkut air dan floem yang mengangkut hasil fotosintesis. Xilem dan floem merupakan jaringan kompleks jika dilihat dari struktur dan fungsinya. Sistem dasar mencakup jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan, namun sekaligus juga dapat menunjukkan spesialisasi. Jaringan dasar utama adalah parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
Macam-macam jaringan tersebut akan teroganisasi dalam organ tumbuhan dalam pola tertentu. Pada tumbuhan yang mempunyai jaringan pembuluh, dapat dibedakan sebagai organ akar, batang dan  daun.
I.2 TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini, antara lain :
1.      Memperlajari berbagai bentuk jaringan dasar
2.      Mempelajari struktur jaringan yang membentuk organ akar, batang ,dan daun
3.      Mempelajari ikatan pembuluh pada akar, batang, dan daun
4.      Mengamati perbedaan antaran sel monokotil dan dikotil.
BAB II
DASAR TEORI
Kumpulan dari sel yang berbeda struktur dan fungsinya, atau keduanya disebut jaringan. Jaringan pembentuk tumbuhan terdiri dari 3 jenis, yaitu:
1.      Jaringan dermal
Salah satu jaringan dermal adalah Epidermis yang merupakan lapisan pelindung luar utama yang menyelimuti tubuh tumbuhan (seluruh daun, batang, dan akar). Sel-sel epidermis mempunyai dinding sel primer yang tebal, dan bagian luarnya dilapisi oleh lapisan lilin. Sel ini juga akan mengalami modifikasi dan membentuk stomata serta berbagai macam rambut.
Stomata adalah bukaan pada epidermis yang sebagian besar terdapat pada bawah daun dan meregulasi pertukaran gas. Stomata dibentuk oleh dua sel epidermis yang terspesialisasi yang disebut sel penjaga yang meregulasi besarnya diameter stomata. Rambut atau trikoma merupakan turunan dari sel epidermis dan mempunyai banyak bentuk dan umumnya ditemui pada semua bagian tumbuhan serta berfungsi untuk adsorpsi dan sekresi.
2.       Jaringan pembuluh
Jaringan pembuluh merupakan kompleks xylem-floem. Umumnya akar hanya mempunyai xylem, sedangkan batang mempunyai keduanya (xylem dan floem).
Xylem disusun oleh sel dewasa yang telah mati dan kehilangan plasma membrannya serta dinding selnya mengalami penebalan sekunder dan dilapisi lilin. ujung dari dinding sel ini telah terperforasi sempurna membentuk saluran yang sangat panjang. Saluran ini mempunyai hubungan yang erat dengan parenkim xylem yang secara aktif mentransport cairan keluar-masuk xylem. Fungsi dari xylem adalah membawa air dan ion terlarut pada tumbuhan.
Floem disusun oleh sel hidup dewasa yang terinterkoneksi oleh perforasi pada ujung dinding selnya yang terbentuk dari plasmodesmata yang membesar dan termodifikasi. Sel ini tersusun membentuk tabung yang disebut pembuluh ayak. Sel-sel ini tetap mempunyai membran plasma, tetapi sudah kehilangan nukleus dan banyak sitoplasma, sehingga mereka bergantung pada sel pendamping untuk metabolismenya. Sel pendamping mempunyai fungsi tambahan sebagai pengangkut molekul makanan terlarut keluar dan ke dalam pembuluh melalui dinding pembuluh yang berpori
3.      Jaringan dasar
Terdiri dari 3 sel utama, yaitu parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
Sel parenkim ditemukan pada seluruh sistem jaringan tumbuhan. Sel ini adalah sel hidup yang dapat membelah lebih lanjut dengan dinding sel primer yang tipis. Fungsi dari sel ini adalah sel meristem apikal dan lateral pada tunas dan akar akan menyediakan sel baru untuk pertumbuhan; produksi dan penyimpanan makanan terjadi pada sel fotosintetik pada batang dan daun (sel mesofil), sel parenkim penyimpan merupakan komponen utama pembentuk buah dan sayuran; karena kemampuan membelahnya, sel parenkim juga berperan sebagai stem sel untuk memulihkan luka dan regenerasi.
Sel kolenkim merupakan sel hidup yang mirip dengan sel parenkim, tetapi mempunyai dinding sel yang jauh lebih tebal dan biasanya ditemukan pada seluruh sistem jaringan tumbuhan. Sel kolenkim mempunyai kemampuan untuk memanjang dan memberikan dukungan mekanis sebagai jaringan dasar pada daerah tumbuhan yang sedang memanjang. Sel kolenkim umum ditemukan pada daerah subepidermal batang.
Seperti kolenkim, sel sklerenkim mempunyai fungsi sebagai penguat dan pendukung tumbuhan. Sel skelerenkim merupakan sel mati dengan dinding sel sekunder tebal dari lignin yang mencegahnya untuk memanjang seiring pertumbuhan tumbuhan. Dua macam sklerenkim yang umum ditemukan adalah fiber, yang sering membentuk bundel panjang, dan sklereid yang merupakan sel pendek bercabang yang umum ditemukan pada kulit biji dan buah.
Sel lain yang juga terdapat pada jaringan tumbuhan adalah sel meristem dan sel kalus. Sel meristem adalah sel yang membentuk seluruh jaringan tanaman secara berurutan. Sel meristem apikal merupakan meristem utama yang membentuk bagian-bagian tumbuhan. Sedangkan sel kalus adalah sel yang tumbuh menutupi luka tanaman. Sel ini diproduksi dalam jumlah banyak yang belum terdiferensiasi.
Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
AKAR
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
1.      Fungsi Akar
a.       Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
b.      Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
c.        Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
2.      Anatomi Akar
Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam sebagai berikut
a.       Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.
b.      Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.
c.       Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
d.      Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
BATANG
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1.      Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
2.      Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder

DAUN
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

ANALISIS DATA
Jaringan parenkim tangkai daun bunga tasbih
Pada tangkai daun bunga tasbih terlihat adanya jaringan parenkim yang tipis. Selain itu juga terlihat adanya rongga pada tangkai serta rongga antar sel.
Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap tubuh tumbuhan. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan atas beberapa macam, antara lain:
1. Parenkim asimilasi, yaitu jaringan parenkim yang bertugas dalam proses fotosintesis.
2. Parenkim penimbun, yaitu jaringan parenkim yang bertugas sebagai tempat penyimpanan makanan.
3. Parenkim air, yaitu parenkim yang ditemui pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit) dan tumbuhan epifit.
4. Parenkim udara, yaitu parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar.
(biologi interaktif, 2007)
Jaringan sklerenkim tempurung kelapa
Pada pengamatan jaringan tempurung kelapa, kami melihat adanya sel batu/ sklereid. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penunjang yang terdapat pada oragan tumbuhan dewasa. Sel sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal, biasanya berlignin (memiliki zat kayu), dan protoplasmanya mati atau tidak aktif setelah dewasa. (diah aryulina , 2004)
Sel sklerenkim dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu sel serat ( fiber) atau sklereid. Sel serat adalah sel-sel sklerenkim yang memanjang. Sklereid merupakan sel sklerenkim dengan bentuk tidak beraturan dengan dinding sekunder yang sangat tebal dan berlignin.
Preparat akar jagung
Berdasarkan hasil pengamatan, yang terlihat dari strukutr akar jagung cukup lengkap, yaitu adanya epidermis, korteks, endodermis, parenkim, kolenkim, skerenkim hingga jaringan pengangkut (xilem dan floem).
Jaringan epidermis, yaitu jaringan paling luar yang menutup seluruh  permukaan. Ciri-ciri epidermis:
·         Letak sel  rapat
·         Selnya hidup
·         Tidak berklorofil, kecuali sel penjaga dari stomata.
·         Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali epidermis akar muda.
·         Dapat ditembus udara.
·         Dalam hal tertentu epidermis dapat menguapkan air.
Korteks, terdiri atas beberapa lapis sel yang berdinding tipis serta susunannya tidak rapat (terdapat rongga) yang berfungsi untuk pertukaran gas. Endodermis merupakan batas terdalam lapisan korteks yang terdiri dari sel-sel endodermis.
Jaringan pengangkut, yaitu berupa xilem dan floem  tersusun selang-seling, karena jagung termasuk dalam tanaman monokotil. Jaringan penyokong (parenkim) jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri kokoh. Jaringan kolenkim yaitu jaringan penyokong yang tersiri atas sel-sel yang masih hidup dengan protoplasma yang aktif.
Jaringan batang jagung
Berdasarkan pengamatan, yang kami lihat adalah bentuk yang tidak beraturan serta floem yang dikelilingi oleh xylem. Selain itu juga terdapat jaringan epidermis. Kulit batang dan akar tersusun atas pembuluh-pembuluh tapis beserta sel-sel pengiringnya, jaringan penunjang yaitu serabut sklerenkim yang mati dan kolenkim yang masih hidup. Serta parenkim kulit untuk menyimpan makanan cadangan. Kayu akar dan batang tersusun atas jaringan pembuluh-pembuluh kayu yang berupa trakea dan trakeid sebagai jaringan penguat, serabut kayu sebagai penguat, dan parenkim kayu yang terdiri dari sel hidup untuk menyimpan cadangan makanan.
Jaringan batang bunga mawar
Berbeda dengan pengamatan jaringan pada batang jagung, pada batang bunga mawar selain epidermis,korteks, endodermis dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Pada batang bunga mawar juga terdapat kambium, korteks, serta empulur.
Perbedaan ini dikarenakan, bunga mawar bukan merupakan tumbuhan monokotil melainkan dikotil. Endodermis menjadi batas antara korteks dan silinderpusat atau stele. Korteks sendiri terdapat di sebelah dalam epidermis.Empulur adalah sel parenkim, pada tumbuhan dikotil (batang berkayu), bagian empulur terletak di sisi dalam jaringan kayu dan merupakan pusat batang.
Jaringan daun karet
Berdasarkan hasil pengamatan, terlihat adanya jaringan epidermis atas serta epidermis bawah (hipodermis), jaringan spons, jaringan tiang (palisade) serta jaringan pengangkut.
Jaringan epidermis pada daun ini, terdapat dua bagian, atas dan bawah, epidermis bawah berfungsi untuk melindungi bagian bawah jaringan. Pada daun ini terlihat adanya jaringan tiang(palisade) dan bunga karang (spons). Jaringan tiang (palisade) merupakan jaringan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis. Sedangkan jaringan bunga karang (spons) befungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis.
 
BAB V
PENUTUP
V.1  KESIMPULAN
  1. Jaringan merupakan kumpulan dari sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang mengalami spesialisasi untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.
  2. Jaringan yang ada pada tumbuhan diantaranya jaringan parenkim, palisade, epidermis, sklerenkim, kolenkim, bunga karang, stomata, endodermis dan sebagainya yang mempunyai fungsi masing-masing.
  3. Organ penting penyusun tumbuhan antara lain akar, batang, dan daun yang mempunyai peranan yang penting untuk kelangsungan hidup tumbuhan seperti untuk fotosinteis, cadangan makanan, penegakan tanaman, dan sebagainya.
  4. Tumbuhan dibagi menjadi dua kelas besar yaitu monokotil dan dikotil yang memiliki perbedaan yang mencolok dari bentuk akar, batang dan daun serta bunga yang ada pada tumbuhan, serta letak dan bentuk dari jaringan pengangkutnya.
  5.  Setiap tumbuhan memiliki struktur anatomi tersendiri namun secara umum memiliki jaringan  yang sama dengan tumbuhan lain.
 DAFTAR PUSTAKA
Setiowati, tetty dan deswaty furqonita.2007.Biologi interaktif.jakarta : Azka press
Aryulina, diah, et.al.2004. Biology jilid 2. Jakarta : esis, erlangga
sihombing, betsy. Et al., 2010. Panduan Praktikum Biologi Umum.Jakarta :Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta

LAMPIRAN
1.      Jelaskan perbedaan antara akar dan batang pada penampang melintangnya?
Jawab:
Perbedaan penampang melintang antara akar dan batang (pada pengamatan penampang melintang tumbuhan monokotil , yaitu jagung) adalah adanya perisikel pada penampang melintang akar, sedangkan batang tidak. Perisikel atau perikambium merupakan lapisan terluar silinder pusat yang berperan dalam pembentukkan cadang akar. Sedangkan pada batang monokotil tidak ada kambium, oleh sebab itulah batang tumbuhan monokotil tidak membesar atau menebal sepertibatang tumbuhan dikotil. Pada penampang melintang akar juga terlihat jaringan pembuluh ( xilem dan floem ) yang berselang seling dan tersusun rapi, sedangkan pada penampang melintang batang jaringan pembuluhnya menyebar dan tidak ada kambium diantara xilem dan floem (kolateral tertutup).

2.      Jika dilihat dari ikatan pembuluhnya, apa perbedaan batang monokotil dan dikotil ?
Jawab:
Batang monokotil
Batang dikotil
Pada batang monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium
lkatan pembuluh pada batang dikotil disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler


3.      Di jaringan manakah letak ikatan pembuluh pada daun karet ?
Jawab:
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh pada daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh yaitu:
1.     Pembuluh kayu (xylem)
Merupakan pembuluh yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun.
2.     Pembuluh tapis (floem)
Merupakan pembuluh yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis




*note : laporan ini tidak lengkap, ada bagian yang hilang

Share:

mari berteman~

Blog Archive